
Kamis, 11 Juli 2024, menjadi momen penting bagi Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Sains Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Di ruang sidang Teknik FTS lantai 2, suasana diskusi dan evaluasi tengah berlangsung dengan semangat yang tinggi. Kepala Program Studi Teknik Mesin, Eqwar Saputra, menjelaskan, “Peninjauan kurikulum teknik mesin ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa program studi kita selalu relevan dan unggul. Kami ingin kurikulum ini tidak hanya modern, namun juga islami dalam pendekatannya.”
Acara ini dihadiri oleh dua narasumber berkompeten: Prof. Harwin dari Universitas Gadjah Mada dan Pak Ernanto dari PT Sagatrade Murni. Keduanya membahas berbagai aspek dari kurikulum teknik mesin dengan tujuan melakukan evaluasi mendalam. Diskusi dimulai dengan paparan dari Prof. Harwin mengenai pentingnya sinkronisasi antara visi misi dan kurikulum. “Kurikulum yang baik harus mencerminkan tujuan akademik dan profesional yang jelas. Kami melihat beberapa area yang perlu disesuaikan agar kurikulum Teknik Mesin ini lebih responsif terhadap kebutuhan industri,” jelas Prof. Harwin. Sementara itu, Pak Ernanto menambahkan, “Dalam evaluasi ini, kami mendalami bagaimana kurikulum dapat menjawab tantangan baru dalam teknologi mesin. Penyesuaian yang tepat akan menjadikan Teknik Mesin sebagai Program studi terbaik di Purwokerto.”
Sesi diskusi berlangsung dinamis, dengan masing-masing pihak menyampaikan argumen dan pemikiran tentang perbaikan kurikulum. Dari pembahasan ini, muncul kesepakatan akan pentingnya penyesuaian kurikulum untuk mengakomodasi perkembangan terbaru dalam bidang teknik mesin. Dengan langkah ini, Program Studi Teknik Mesin menunjukkan komitmennya untuk terus menjadi Program Studi yang modern dan islami. Penyesuaian kurikulum ini diharapkan dapat membawa program studi Teknik Mesin ke level yang lebih tinggi dan relevan dengan tuntutan zaman. Setelah acara review kurikulum ini, para dosen di prodi Teknik Mesin akan mengkaji ulang saran dan masukan dari kedua narasumber untuk kemudian dituangkan dalam bentuk kurikulum pembelajaran yang baru.

