Purwokerto, 13 Juni 2024 – Dalam rangka mendukung target nasional untuk mencapai emisi nol bersih (zero emission) pada tahun 2060, Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Purwokerto menggelar kuliah pakar bertema “Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dalam Skenario Transisi Energi Untuk Mencapai Target Net Zero Emission“. Acara yang berlangsung di Auditorium A.K Anshori ini menghadirkan salah satu anggota dari Dewan energi Nasional (DEN). Acara diawali dengan sabutan dari Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Dr. Jebul Suroso, M.Kep, menyampaikan bahwa “penggunaan energi baru terbarukan menuju Net Zero Emission bukan hanya sebuah mimpi tetapi visi yang sangat luar biasa. Hal ini akan menjadi roadmap yang bagus ke depan dan semoga civitas akademika UMP menjadi bagian kedepannya. Sebagai seorang muslim seyogyanya juga harus mampu memberi manfaat untuk sesama dan untuk alam”, ujarnya.
Pada acara kuliah pakar ini, Dr. Ir. As Natio Lasman selaku pembicara utama menjelaskan bahwa PLTN merupakan salah satu solusi yang merupakan keniscayaan karena merupakan clean energy dan 30% listrik dunia berasal dari PLTN. Di Indonesia, PLTN bisa menggantikan beberapa buah PLTU batubara large scale karena nuklir memiliki densitas energi yang sangat tinggi. As Natio menambahkan bahwa empat dari lima negara dengan populasi terbanyak di dunia sudah mulai menggunakan PLTN sebagai sumber energi listrik mereka. “Di negara-negara tersebut (India, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Brazilia), pembangunan PLTN tidak didasarkan pada sistem demokrasi, namun dijalankan atas dasar government policy.”
Di penghujung sesi, As Natio Lasman menitipkan pesan kepada para mahasiswa peserta seminar, khususnya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Beliau menyampaikan agar para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto tidak hanya meraih cita-cita secara pribadi, tetapi menjadi salah satu bagian kedepannya. “Penyiapan SDM harus terus diselenggarakan dengan baik pada berbagai K/L terkait, sehingga aspek 3S (safety, security, safeguards) terselenggara dengan baik” ucapnya. Beliau juga berharap agar kuliah pakar seperti ini dapat rutin diadakan untuk terus mengawal perkembangan dan implementasi kebijakan energi di Indonesia serta menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat umum tentang PLTN. Dengan adanya kuliah pakar ini, diharapkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang peran PLTN dalam transisi energi menuju net zero emission semakin meningkat serta tidak ada lagi kekhawatiran yang berlebihan mengenai energi nuklir, sehingga Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan energi di masa depan.
Beberapa sumber dikutip dari: https://den.go.id/berita/beri-kuliah-umum-as-natio–jadilah-salah-satu-bagian-penentu-transisi-energi

